Akademik

BEBAN DAN MASA STUDI

Pendidikan Strata – 1 SistemInformasi diselenggarakan selama 8 semester dan maksimal 12 semester dengan beban studi 146 sks. Beban normal belajar mahasiswa adalah 8 jam perhari (48 jam/minggu setara dengan 18 SKS/semester sampai 9 jam perhari (54 jam/minggu setara dengan 20 SKS/semester).

PROSES BELAJAR MENGAJAR

Proses pembelajaran mengikuti program kegiatan sesuai dengan acuan standar proses SN-Dikti, beban studi meliputi: kegiatan perkuliahan, seminar dan diskusi, kegiatan praktikum/laboratorium, kegiatan belajar lapangan atau praktik lapangan, kegiatan tugas akhir dalam bentuk skripsi.

EVALUASI PEMBELAJARAN

Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang perlu dilakukan guna melihat sejauh mana tujuan pendidikan telah dapat dicapai atau dikuasai oleh peserta didik dalam bentuk hasil belajar yang diperlihatkan setelah mereka menempuh perjalanan belajar/proses pembelajaran. Pada prinsipnya evaluasi pembelajaran telah mengacu pada SN-Dikti dan standar KKNI yang mana evaluasi pembelajaran mengandung prinsip edukatif, oentik, objektif, akuntabel, transparan dan terintegrasi.

Disamping itu juga untuk mengetahui kefektifitasan pengalaman belajar  dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk mengetahui pencapaian kompetensi profesional bidang kesehatan dipersyaratkan penilaian secara terus-menerus sesuai dengan tuntutan kompetensi di dalam kurikulum.

Jenis Evaluasi

Evaluasi hasil belajar dalam suatu mata kuliah dapat meliputi:

  1. Kuis/ulangan harian
  2. Penugasan Ujian Tengah Semester (UTS)
  3. Laporan hasil praktikum, kerja lapangan, dan lain-lain d. Ujian praktikum
  4. Ujian Akhir Semester (UAS)

SISTEM PENJAMIN MUTU PEMBELAJARAN

Sistem pembelajaran program studi Sistem Informasi mengacu pada Permenristekdikti No 44 Tahun 2015 tentang SN-Dikti Pasal 10 – 11. Dimana mekanisme pelaksanaan pembelajaran pada program studi untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan yang mencakup: 1) metode dan bentuk pembelajaran per mata kuliah, 2) sistem penilaian pembelajaran, 3) ketersediaan dan kelengkapan prasarana, sarana dan dana yang memungkinan terciptanya interaksi   akademik   antara   sivitas   akademika.   Karakteristik   pelaksanaan   pembelajaran hendaknya memperhatikan sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontektual, tematik, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa.

  1. Interaktif menyatakan bahwa  capaian  pembelajaran  lulusan  diraih  dengan mengutamakan proses interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
  2. Holistik mencerminkan bahwa proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
  3. Integratif  menunjukkan  bahwa  capaian  pembelajaran  lulusan  diraih  melalui  proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
  4. Saintifik  menyatakan  bahwa  capaian  pembelajaran  lulusan  diraih  melalui  proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.
  5. Kontekstual  menjelaskan  bahwa  capaian  pembelajaran  lulusan  diraih melalui  proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
  6. Tematik berarti capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
  7. Efektif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun waktu yang optimum.
  8. Kolaboratif adalah  proses  pembelajaran  bersama  yang  melibatkan  interaksi  antar individu pembelajar untuk menghasilkan kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam upaya meraih  capaian pembelajaran. Berpusat pada mahasiswa menunjukkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan.